Muay Thai Jakarta : Perbedaan Antara Muay Thai Dengan MMA

Muay Thai dan MMA merupakan salah satu olahraga yang paling digandrungi saat ini. Dan sekarang, muay Thai Jakarta, Bandung, Bali dan berbagai kota besar lainnya sudah mulai berkembang dengan cepat. Begitu pula dengan MMA. Muaythai memang banyak sekali digunakan dalam pertarungan MMA karena karakter gaya tekniknya yang sangat banyak berguna waktu berada di dalam arena octagon, beda dengan seni ilmu bela diri lainnya yang hanya bisa diambil sedikit-sedikit untuk MMA.
Meski begitu, gerakan muaythai yang digunakan pada saat para petarung bertarung di arena octagon berbeda sekali dengan muaythai murni yang memang dipraktekkan di arena pertandingan muaythai. Apa saja sih bedanya? Berikut ini adalah beberapa perbedaan paling besarnya.

Beda kuda-kuda
Beda kuda-kuda antara MMA dengan muaythai ini disebabkan karena pada MMA, para petarung harus siap atas segala kemungkinan adanya berbagai serangan menjatuhkan dari lawan, sedangkan pada muaythai petarung harus selalu siap dalam memberikan reflek defense untuk menangkal semua rangkaian serangan tendangan kilat sehingga untuk respon yang cepat wajib diutamakan. Kuda-kuda petarung MMA pada umumnya jauh lebih lebar dengan posisi tangan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan posisi tangan petarung muaythai untuk mempersiapkan serangan jab. Petarung dengan dengan dasar bela diri muaythai juga biasanya akan selalu menyesuaikan diri waktu sudah masuk ke dalam arena MMA dan tidak akan terpaku pada aturan murni gerakan muaythai.

Beda jarak kontak
Ada perbedaan yang besar antara jarak kontak petarung muaythai dengan petarung MMA. Pada pertarungan muaythai pastinya tidak jarang akan ada banyak kontak dalam satu sesi serangan di mana kedua petarung ini tidak langsung mundur setelah selesai melancarkan serangan tapi keduanya selanjutnya akan saling bertukar pukulan, menyikut, menendang, maupun terus berusaha maju ke depan. Sedangkan pada MMA, maka gaya pertarungannya cenderung akan masuk dan keluar. Umumnya petarung MMA apabila setelah melancarkan serangan akan lebih menghindar dari jangkauan lawan atau selanjutnya melakukan teknik gulat dalam upaya menjatuhkan lawan.

Beda pergerakan
Perbedaan yang paling mencolok disini antara muaythai tradisional dengan yang dipraktekkan oleh petarung MMA yang dilengkapi dengan latar belakang muaythai. Hal ini bisa dilihat dari caranya bergerak kalau dia adalah petarung muaythai tradisional, petarung cenderung akan mempertahankan posisinya dan saling bertukar serangan. Bahkan saat lawan mengambil langkah maju, maka sangat tabu bagi petarung muaythai untuk mengambil langkah mundur karena hal seperti ini dianggap seperti ingin melarikan diri. Beda halnya dengan petarung MMA yang akan terus bergerak mengelilingi lawan dan juga arena octagon karena hal ini dilakukan untuk mengantisipasi teknik apa yang akan digunakan oleh lawan karena MMA memang tidak hanya berpatok pada satu ilmu bela diri saja.

Beda pertahanan diri
Muaythai tradisional tidak banyak mempunyai teknik untuk defense atau memblokir serangan lawan. Teknik yang umumnya di pakai yaitu memblokir dengan menggunakan tulang kering, atau mencondongkan tubuh ke belakang dari tendangan atas, lalu memblokir dengan menggunakan high guard, atau pun clinching agar mencegah pukulan penuh dari lawan. Sedangkan kalau pada MMA, maka pertahanan diri merupakan hal yang cukup besar dan memang paling umum untuk dilakukan yaitu bergerak mundur dari jangkauan semua serangan lawan, yang hal ini tabu bagi para petarung muaythai tradisional tapi sangat lumrah di arena MMA. Teknik pertahanan diri lainnya yaitu menjatuhkan lawan, dan juga melakukan berbagai gerakan kepala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *